TBM Kedai Baca Desa Sapari
TBM Kedai Baca Desa Sapari Gelar Read Aloud dan Game Literasi Ceria untuk Bangun Karakter Anak
Lampiran File
TBM Kedai Baca Desa Sapari Gelar Read Aloud dan Game Literasi Ceria untuk Bangun Karakter Anak
Desa Sapari, 22 Mei 2026 : Semangat literasi kembali digaungkan oleh Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Kedai Baca Desa Sapari melalui kegiatan edukatif bertajuk Read Aloud dan Game Literasi Ceria yang dilaksanakan pada Hari Jumat (22/5/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun wawasan, meningkatkan minat baca, sekaligus membentuk karakter positif anak-anak sejak usia dini.
Kegiatan berlangsung dengan penuh antusias dan keceriaan. Anak-anak tampak aktif mengikuti sesi membaca nyaring (Read Aloud) yang dipandu oleh para pegiat literasi dan relawan TBM. Dalam kegiatan tersebut, peserta diajak mendengarkan cerita inspiratif, memahami pesan moral, hingga berdiskusi sederhana tentang nilai-nilai kehidupan yang terkandung dalam cerita.
Selain itu, suasana semakin meriah melalui kegiatan Game Literasi Ceria yang menghadirkan permainan edukatif berbasis membaca, menyusun kata, menjawab pertanyaan pengetahuan umum, hingga permainan kerja sama tim yang melatih konsentrasi dan kreativitas anak-anak.
Baca juga: Petualangan Anak Desa Awan Biru Mencari Harta Karun
Kegiatan seperti ini sejalan dengan semangat gerakan literasi masyarakat yang terus dikembangkan berbagai TBM di Indonesia sebagai ruang belajar nonformal untuk meningkatkan budaya baca dan penguatan karakter generasi muda.
Ketua TBM Kedai Baca Desa Sapari, Ibu Eby Emilia, S.Pd menyampaikan bahwa kegiatan literasi tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan membaca, tetapi juga menjadi sarana pembentukan sikap dan kepribadian anak.
“Melalui kegiatan Read Aloud, anak-anak belajar memahami nilai kebaikan, empati, keberanian, dan rasa percaya diri. Sedangkan melalui Game Literasi Ceria, mereka belajar bekerja sama, berpikir kreatif, serta berani mengemukakan pendapat,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa TBM harus menjadi ruang yang menyenangkan agar anak-anak merasa dekat dengan buku dan kegiatan belajar.
“Kami ingin menghadirkan suasana belajar yang ceria dan tidak membosankan. Ketika anak merasa nyaman, maka minat baca akan tumbuh secara alami,” tambahnya.
Kegiatan tersebut memberikan banyak manfaat, di antaranya meningkatkan kemampuan komunikasi anak, memperluas wawasan, menumbuhkan imajinasi, serta membangun karakter disiplin dan tanggung jawab. Tidak hanya itu, kegiatan literasi juga mampu menjadi alternatif positif di tengah meningkatnya penggunaan gawai pada anak-anak.
Namun demikian, pelaksanaan kegiatan literasi di tingkat masyarakat masih menghadapi sejumlah tantangan. Di antaranya keterbatasan fasilitas bacaan, minimnya dukungan sarana, serta tantangan menjaga konsistensi minat baca anak di era digital.
Baca juga: Roman Epik Dibawah Langit Awan Biru
Menurut Eby Emilia, S.Pd, dukungan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan agar gerakan literasi dapat terus berkembang.
“Tantangan pasti ada, terutama dalam menyediakan fasilitas dan menjaga semangat anak-anak agar terus aktif membaca. Karena itu kami berharap adanya dukungan dari masyarakat, orang tua, pemerintah desa, maupun para donatur untuk bersama-sama membangun budaya literasi,” katanya.
Ia berharap TBM Kedai Baca Desa Sapari dapat terus menjadi wadah pembelajaran yang bermanfaat bagi masyarakat dan melahirkan generasi muda yang cerdas, kreatif, serta berakhlak baik.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi langkah kecil yang berdampak besar bagi masa depan anak-anak. Literasi bukan hanya tentang membaca buku, tetapi tentang membangun cara berpikir, karakter, dan masa depan generasi bangsa,” tutupnya.
Kegiatan literasi masyarakat melalui TBM dinilai memiliki peran penting dalam mendekatkan akses bacaan hingga ke lingkungan desa serta membangun budaya belajar sepanjang hayat di tengah masyarakat
Sahrul r
22 Desember 2025 20:39:17
Mantap...