Berita Desa
Pemerintah Desa Sapari Gelar Rembuk Stunting Tahun 2025
Lampiran File
Pemerintah Desa Sapari Gelar Rembuk Stunting Tahun 2025
Meta Deskripsi: Pemerintah Desa Sapari menggelar Rembuk Stunting pada 11 September 2025 di Aula Kantor Desa. Kegiatan ini membahas tujuan, sasaran, indikator penanganan, serta komitmen penganggaran tahun 2026 untuk percepatan penurunan stunting, dengan dukungan penuh dari pemerintah desa dan masyarakat.
Sapari, 11 September 2025; Pemerintah Desa Sapari menggelar kegiatan Rembuk Stunting pada Kamis (11/9/2025) bertempat di Aula Kantor Desa Sapari. Acara ini dihadiri oleh perangkat desa, Babinsa, kader Posyandu, kader PKK, nara sumber Dinna Aryati Fatikah, S.Gz Ahli Gizi Puskesmas Muruk Rian serta masyarakat desa Sapari. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Sekretaris Desa Sapari, Frans Dongo, SP, yang menekankan pentingnya rembuk stunting sebagai wadah bersama dalam upaya menurunkan angka stunting di desa.
Apa Itu Rembuk Stunting?
Rembuk Stunting merupakan forum musyawarah desa yang khusus membahas strategi pencegahan dan penanganan stunting secara terpadu. Melalui forum ini, pemerintah desa bersama masyarakat dapat mengidentifikasi masalah, merumuskan solusi, serta menyusun program prioritas agar upaya percepatan penurunan stunting bisa terwujud.
Tujuan dan Sasaran
Tujuan utama rembuk stunting adalah menyatukan komitmen seluruh elemen masyarakat dalam menurunkan angka stunting. Sasaran kegiatan meliputi:
- Peningkatan kesadaran orang tua tentang gizi seimbang.
- Pemenuhan kebutuhan gizi ibu hamil, bayi, dan balita.
- Penguatan peran kader Posyandu dan PKK dalam pendampingan keluarga.
- Menetapkan prioritas anggaran desa untuk intervensi stunting.
Indikator Penanganan Stunting
Dalam pembahasan, beberapa indikator utama penanganan stunting ditegaskan, antara lain:
- Penurunan prevalensi anak balita dengan gizi kurang dan pendek.
- Peningkatan cakupan imunisasi dasar lengkap.
- Peningkatan layanan kesehatan ibu dan anak.
- Akses sanitasi layak di rumah tangga.
- Ketersediaan pangan bergizi di tingkat keluarga.
Fokus Anggaran Tahun 2026
Sekretaris Desa Frans Dongo, SP, menyampaikan bahwa pemerintah desa akan memprioritaskan penganggaran tahun 2026 untuk penanganan stunting skala desa. Program tersebut akan mencakup pemberian makanan tambahan bergizi, peningkatan kualitas layanan Posyandu, serta edukasi gizi keluarga.
“Kami berkomitmen untuk mengalokasikan dana desa secara proporsional pada upaya penanganan stunting. Ini bukan hanya soal kesehatan, tetapi masa depan generasi Sapari,” tegas Frans.
Paparan Narasumber
Dalam kesempatan tersebut, salah satu narasumber Ahli Gizi dari Puskesmas Muruk Rian Dinna Aryati Fatikah, S.Gz, menegaskan bahwa pencegahan stunting tidak hanya bergantung pada makanan tambahan, tetapi juga pada pola asuh keluarga.
“Balita yang sehat bukan hanya karena asupan gizi yang baik, tetapi juga karena pola pengasuhan yang penuh perhatian. Kami mengajak orang tua untuk rutin datang ke Posyandu agar tumbuh kembang anak bisa dipantau secara berkala,” paparnya.
Diskusi Interaktif
Rembuk stunting kali ini juga diisi dengan diskusi interaktif antara pemerintah desa, Babinsa, kader, dan masyarakat. Babinsa menekankan pentingnya peran keluarga sebagai benteng pertama dalam mencegah stunting, sementara peserta rapat aktif menyampaikan aspirasi terkait kebutuhan program di lapangan.
Kepala Desa Sapari, Eliyanto A.A, Ma, Pd, SD, dalam pesannya menegaskan dukungan penuh terhadap hasil rembuk stunting ini.
“Rembuk stunting bukan hanya seremonial. Saya berharap setiap keputusan hari ini benar-benar diimplementasikan. Anak-anak kita adalah investasi terbesar, maka kita wajib menjaga tumbuh kembang mereka dengan baik,” ujarnya.
Menuju Desa Sehat dan Bebas Stunting
Kegiatan rembuk stunting Desa Sapari menjadi momentum penting untuk menyatukan langkah bersama. Dengan perencanaan yang matang, dukungan anggaran, serta keterlibatan masyarakat, Desa Sapari menargetkan terwujudnya desa sehat dan bebas stunting dalam beberapa tahun mendatang.
Sahrul r
22 Desember 2025 20:39:17
Mantap...