Berita / Artikel
Kegiatan Pelatihan Penari dan Pemain Musik Tradisional di Desa Sapari
Lampiran File
Kegiatan Pelatihan Penari dan Pemain Musik Tradisional di Desa Sapari
Meta Deskripsi: Kegiatan pelatihan penari dan pemain musik tradisional di Desa Sapari berlangsung pada 26–28 September 2025. Acara ini menghadirkan Sanggar Tari Rasat Aco Tarakan, di ikuti oleh 13 peserta lintas usia, serta dukungan penuh Pemerintah Desa dan tokoh adat.
Sapari , Senin 29 September 2025; Pemerintah Desa Sapari bekerjasama dengan Sanggar Tari Rasat Eco Tarakan menyelenggarakan Pelatihan Penari, Pemain Musik Tradisional, serta Pelatihan Pelatih Sanggar Tari Desa sebagai upaya memperkuat kecintaan masyarakat terhadap seni tradisional. Bertempat di Aula Kantor Pemerintah Desa Sapari menjadi pusat aktivitas budaya pada 26–28 September 2025 dipenuhi semangat kebudayaan selama tiga hari.
Pelatihan ini menghadirkan narasumber dari Sanggar Tari Rasat Aco Tarakan, di bawah kepemimpinan Ketua Sanggar Tari Sri Wiyani, A.Md, Kep., didampingi oleh pelatih tari Dela Rakerdaresty. Tiga orang pelatih dari Sanggar Tari Ruran Ulung juga turut mendukung jalannya kegiatan, dengan antusiasme peserta yang terdiri dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa.
Tak hanya itu, kegiatan ini juga semakin semarak dengan hadirnya Ketua Adat Desa Sapari, Suwadi, yang memberikan sambutan penuh makna, serta Yonsep Buing, pendiri Sanggar Tari Rasat Aco, yang turut menyampaikan pesan inspiratif tentang pentingnya menjaga seni dan budaya sebagai warisan leluhur.
Kegiatan ini diikuti oleh 13 peserta yang terdiri dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa. Mereka antusias mengikuti setiap sesi, mulai dari teknik dasar tari, iringan musik tradisional, hingga pembinaan calon pelatih sanggar tari desa.
Latar Belakang Desa Sapari
Desa Sapari dikenal sebagai desa dengan potensi budaya yang kuat. Terletak di wilayah Kecamatan Muruk Rian, Kabupaten Tana Tidung, Provinsi Kalimantan Utara, yang masih memegang teguh nilai adat istiadat, Desa Sapari memiliki kekayaan seni tari dan musik tradisional yang sudah diwariskan turun-temurun. Namun, derasnya pengaruh modernisasi membuat generasi muda kerap kurang mengenal tradisi sendiri.
Inilah yang mendorong Pemerintah Desa Sapari bersama tokoh adat dan sanggar tari untuk menggelar pelatihan sebagai langkah nyata dalam melestarikan seni budaya.
Kegiatan ini dibuka resmi oleh Kepala Desa Sapari, Eliyanto, A.A, Md, Pd, SD. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa seni bukan hanya hiburan, tetapi identitas desa.
“Pelatihan ini bukan sekadar mengajarkan gerakan tari atau musik tradisional, tetapi menanamkan kecintaan terhadap budaya kita. Desa Sapari ingin menjadikan seni tradisional sebagai identitas yang membanggakan sekaligus perekat sosial masyarakat,” ungkap Eliyanto.
Ia menambahkan, regenerasi pelatih sanggar tari juga menjadi kunci agar kesenian tidak hanya bertahan, tetapi semakin berkembang.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Adat Sapari, Suwadi, menyampaikan bahwa kegiatan ini sejalan dengan semangat menjaga warisan leluhur.
“Seni tradisional adalah napas budaya kita. Melalui pelatihan ini, saya berharap generasi muda Sapari mampu memahami bahwa menari dan memainkan musik tradisional bukan hanya keterampilan, tetapi bagian dari jati diri kita sebagai masyarakat adat,” tegasnya.
Sementara itu, Yonsep Buing, pendiri Sanggar Tari Rasat Aco, menekankan pentingnya kolaborasi lintas generasi.
“Saya percaya, seni tidak akan mati selama ada kemauan dari generasi muda untuk belajar. Sanggar, pemerintah desa, dan tokoh adat harus terus bersinergi agar Sapari bisa menjadi pusat seni budaya yang dikenal luas,” ujarnya.
Maksud, Tujuan, dan Harapan
Kegiatan ini bertujuan untuk:
- Melestarikan seni tradisional agar tetap hidup di tengah modernisasi.
- Menyiapkan generasi baru yang mampu menjadi penari, pemain musik, sekaligus pelatih sanggar tari desa.
- Menjadikan Sapari sebagai desa berbasis budaya, yang dapat menarik perhatian wisata dan membangun kebanggaan masyarakat.
- Memperkuat persatuan warga melalui kegiatan yang kreatif, mendidik, sekaligus menghibur.
Kepala Desa Sapari Eliyanto menyampaikan harapannya:
“Saya ingin Desa Sapari tidak hanya dikenal sebagai desa adat, tetapi juga sebagai desa yang melahirkan penari dan pemain musik tradisional yang bisa tampil di tingkat kabupaten, provinsi, bahkan nasional,” katanya.
Penutup
Pelatihan penari dan pemain musik tradisional di Desa Sapari menjadi momentum penting dalam menjaga warisan budaya. Dengan dukungan pemerintah desa, tokoh adat, sanggar tari, dan semangat masyarakat, Sapari optimis mampu melahirkan generasi baru pelaku seni yang berdaya saing sekaligus berakar pada tradisi leluhur.
Sahrul r
22 Desember 2025 20:39:17
Mantap...