TBM Kedai Baca Desa Sapari
Siapa Bilang Membaca Membosankan, Lihat TBM Keren Ini
Lampiran File
Siapa Bilang Membaca Membosankan, Lihat TBM Keren Ini
Meta Deskripsi: Siapa bilang membaca membosankan? Taman Bacaan Masyarakat Kedai Baca Desa Sapari menunjukkan sebaliknya dengan berbagai metode kreatif membaca, lomba literasi, hingga kolaborasi lintas sektor. Simak kisah inspiratif TBM ini yang berhasil mengangkat minat baca anak-anak di Sapari dan dikenal hingga tingkat Kabupaten Tana Tidung.
Desa Sapari, Minggu 5 Oktober 2025; Di tengah hiruk-pikuk dunia digital, ada satu tempat kecil yang konsisten hadir untuk menumbuhkan kecintaan membaca di kalangan anak-anak desa: Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Kedai Baca Desa Sapari. Meski berada di wilayah cukup jauh dari pusat pemerintahan di Kabupaten Tana Tidung, TBM ini berhasil mencuri perhatian lewat inovasi, metode kreatif, dan kiprah di ajang lomba literasi tingkat kabupaten.
“Awalnya banyak orang berpikir anak di desa ini tak punya pilihan selain main gadget atau keluar kampung. Kami ingin membuktikan: dengan cara yang tepat, anak-anak sangat mungkin jatuh cinta membaca,” ujar Ibu Eby Emilia, S.Pd, Ketua TBM Kedai Baca Desa Sapari.
Metode Kreatif Membaca yang Diterapkan
TBM Kedai Baca Desa Sapari tak sekadar menyediakan rak buku. Dalam praktiknya, mereka merancang metode-metode interaktif agar membaca terasa “hidup”:
- Reading Aloud & Diskusi Interaktif; Anak-anak duduk melingkar, giliran membacakan bagian teks secara bergiliran, lalu berdiskusi tentang makna, kosakata baru, dan pesan moral. Metode ini menumbuhkan keberanian berbahasa serta pemahaman kritis.
- Game Literasi & Tebak Kata; Untuk menghindari kejenuhan, TBM ini menyisipkan game seperti “tebak sinopsis”, “lomba kata berantai”, atau “kuis kosakata”, sehingga anak-anak merasa membaca seperti bermain.
- Project Membuat Buku Mini; Anak-anak didorong membuat “buku mini” mereka sendiri: mulai dari memilih tema, menulis cerita sederhana, ilustrasi, hingga menjilid buku ringan. Hasil karya ini kemudian dipamerkan atau dibagikan ke teman.
- Kelompok Baca Tematik; Setiap minggu ada tema khusus, misalnya cerita rakyat, fiksi ilmiah, novel anak, dan kelompok baca bergiliran memilih buku berdasarkan tema itu. Pendekatan tematik ini memberi sensasi “petualangan membaca”.
Melalui metode campuran, baca keras, diskusi, game literasi, dan kreasi buku, TBM Kedai Baca berhasil membuat aktivitas membaca terasa menyenangkan dan dinamis.
Keterlibatan dalam Ajang Lomba dan Pengakuan di Tingkat Kabupaten
Selain aktif di level desa, TBM Kedai Baca Desa Sapari juga tampil di panggung literasi kabupaten. Beberapa lomba TBM di tingkat Kabupaten Tana Tidung menjadi arena kompetisi dan pembelajaran bagi pengelola kedai baca.
Beberapa catatan prestasi:
- Lomba TBM Kabupaten Tana Tidung
TBM Kedai Baca berhasil meraih Juara I dalam Ajang lomba TBM Terbaik Tingkat kabupaten Tana Tidung. Keikutsertaan ini tak hanya memotivasi pengurus, tetapi juga memberi ruang benchmarking bagi metode dan koleksi buku.
- Pelatihan TBM Desa
Pengurus TBM Kedai Baca telah mengikuti Pelatihan Peningkatan Kapasitas Relawan Komunitas Literasi Se- Kabupaten Tana Tidung oleh TBM Rumah BacaTaka Kabupten Tana Tidung bekerjasama dengn Forum TBM Kalimantan Utara dan TP PKK Kabupaten yang dilaksanakan pada tanggal 20 September 2025 di Tidung Pale.
Dengan partisipasi dalam lomba dan Pelatihan, nama “Kedai Baca Sapari” perlahan menyebar ke desa-desa tetangga sebagai contoh TBM yang aktif dan kreatif.
Dampak Terhadap Minat Baca Anak dan Lingkungan
Hasil effek TBM ini mulai terasa dalam hal:
- Pertumbuhan Jumlah Pengunjung Anak
Meski tidak selalu ada data kuantitatif khusus dari TBM, pengurus menyebut bahwa rata-rata kunjungan harian anak usia sekolah sekitar 15–25 anak, terutama pada sore hari setelah sekolah dan Sabtu–Minggu. Tak jarang buku yang disediakan habis dipinjam.
- Perubahan Persepsi Orang Tua
Awalnya beberapa orang tua ragu mengizinkan anaknya berlama-lama membaca di luar rumah, karena alasan keamanan, jarak, atau manfaat. Namun setelah melihat perkembangan literasi dan prestasi lomba anak, makin banyak orang tua yang mendukung dan bahkan menyumbang buku.
- Kolaborasi Desa & Pemerintah
Pemerintah desa memasukkan dukungan ke TBM ke dalam perencanaan program desa (musrenbang), khususnya dalam penyediaan ruang dan alokasi dana buku ringan. Keberadaan TBM kini diakui sebagai salah satu pilar pembangunan kecerdasan lokal.
Tantangan dan Jalan ke Depan
Meskipun sudah banyak kemajuan, TBM Kedai Baca Desa Sapari tetap menghadapi tantangan:
- Keterbatasan anggaran untuk buku baru dan pemeliharaan ruang; Buku lama cepat rusak, dan pengadaan buku berkualitas sering tergantung donasi.
- Akses internet & bahan literasi digital; Di era digital, akses ke e-book atau konten literasi digital sangat dibutuhkan, tetapi konektivitas internet di desa masih terbatas.
- Sumber daya manusia dan regenerasi pengurus; Agar TBM tetap eksis, perlu ada regenerasi pengurus dan pelatihan rutin agar metode selalu segar.
Untuk menjawab tantangan tersebut, pengurus merencanakan beberapa langkah ke depan:
- Bekerja sama dengan Pemerintah Desa Sapari terkaait Program Litersi.
- Membangun perpustakaan digital ringan (misalnya koleksi e-book lokal offline).
- Megikuti berbagai pelatihan TBM yang dilaksanakan oleh Pemerintah Tana Tidung.
- Menguatkan jejaring TBM kabupaten agar ada tukar pengalaman dan dukungan Pemerintah Kabupaten.
Kesimpulan
TBM Kedai Baca Desa Sapari membuktikan bahwa “buku” tidak harus steril, dengan kreativitas metode membaca, lomba literasi, dan keterlibatan masyarakat, kegiatan membaca bisa jadi atraktif dan bermakna. Kiprah TBM ini tidak hanya membangkitkan minat baca anak-anak di Sapari, tetapi juga menjadi inspirasi literasi bagi desa-desa lain di Kabupaten Tana Tidung.
Semoga ke depan, banyak tangan yang bergandeng, banyak buku yang menghadirkan mimpi, dan banyak anak yang jatuh cinta pada membaca, karena di Kedai Baca Sapari, membaca bukanlah rutinitas membosankan, melainkan petualangan kelas literasi.
Sahrul r
22 Desember 2025 20:39:17
Mantap...