Berita / Artikel
Ruang Terbuka Hijau
Lampiran File
Ruang Terbuka Hijau; Pilar Pembangunan Berkelanjutan dan Destinasi Wisata Desa Sapari
Meta Deskripsi: Ruang Terbuka Hijau (RTH) bukan hanya paru-paru kota, tetapi juga elemen strategis dalam pembangunan desa wisata. Artikel ini membahas konsep RTH, fungsinya, serta peran aktif Pemerintah Desa Sapari dalam menciptakan RTH sebagai daya tarik wisata berbasis alam.
Desa Sapari, Jum’at 18 Juli 2025; Ruang Terbuka Hijau (RTH) merupakan elemen vital dalam tata ruang yang mendukung keseimbangan ekologis, estetika, dan kualitas hidup masyarakat. Di tengah derasnya laju urbanisasi dan perubahan iklim, RTH hadir sebagai solusi yang menjawab kebutuhan lingkungan yang sehat sekaligus menunjang pengembangan potensi lokal, termasuk pariwisata berbasis alam.
Di tingkat desa, RTH memainkan peran yang tak kalah pentingnya dibandingkan kota besar. Salah satu contoh nyata adalah Desa Sapari, sebuah desa yang mulai menata dirinya sebagai desa wisata berbasis alam dan konservasi, dengan mengintegrasikan pengembangan RTH sebagai bagian dari strategi pembangunan berkelanjutan.
RTH didefinisikan sebagai area terbuka yang ditumbuhi vegetasi alami atau buatan yang memiliki fungsi ekologis, sosial, dan estetika. Dalam konteks desa, RTH bisa berupa taman desa, jalur hijau di sepanjang jalan desa, lahan pertanian organik, kebun herbal, embung desa, hingga hutan rakyat yang dilestarikan. RTH di desa juga kerap bersifat multifungsi, tidak hanya sebagai ruang hijau, tetapi juga tempat interaksi sosial, ruang edukasi, ruang terbuka publik serta sarana pengembangan ekonomi melalui pariwisata.
Pemerintah Desa Sapari menyadari pentingnya RTH sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan. Sejumlah langkah strategis yang telah dan sedang ditempuh antara lain:
- Penyediaan area terbuka untuk perkemahan; Pemerintah desa menetapkan lahan desa sebagai tempat perkemahan bagi wisatawan, lengkap spot foto alam, serta fasilitas rekreasi ringan bagi wisatawan.
- Revitalisasi Lahan Tidur menjadi Jalur Hijau; Lahan-lahan yang sebelumnya tidak dimanfaatkan, kini diubah menjadi jalur hijau yang terhubung ke titik-titik wisata seperti bukit kecil, kebun herbal, dan sumber mata air. Jalur ini juga menjadi tempat aktivitas warga atau wisatawan untuk jalur Trekking ke gunung rian.
- Edukasi dan Pelibatan Masyarakat; Pemerintah desa melibatkan Pokdarwis Terabas, karang taruna, serta kelompok tani Hutan ( KTH ) Berayung Feruyut dalam program pemeliharaan dan penghijauan desa. Melalui pendekatan partisipatif ini, masyarakat merasa memiliki dan ikut menjaga keberlanjutan RTH.
- Pengembangan Ekowisata dan Agrowisata; Integrasi RTH dengan program wisata desa dilakukan melalui pembangunan gazebo alam, jalur trekking gunung rian. Ini mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis desa hijau.
Manfaat RTH untuk Desa Sapari
- Ekologis: Menyerap air hujan, memperkaya oksigen, serta menstabilkan iklim mikro desa.
- Sosial: Menjadi ruang berkumpul yang sehat dan inklusif, mengurangi stres, dan memperkuat kohesi sosial.
- Ekonomi: Menjadi magnet bagi wisatawan, sekaligus membuka peluang UMKM lokal seperti penjual makanan, kerajinan tangan, dan jasa pemandu wisata.
- Edukasi: Masyarakat dan anak-anak dapat belajar langsung tentang pentingnya menjaga alam dan keberlanjutan lingkungan.
- Budaya: Beberapa RTH dimanfaatkan untuk kegiatan budaya lokal seperti pertunjukan seni dan ritual adat alam.
Tantangan dan Upaya Mengatasinya
Meskipun potensinya besar, pengembangan RTH di desa tidak lepas dari tantangan. Beberapa di antaranya:
- Keterbatasan dana pembangunan dan perawatan, yang disiasati Pemerintah Desa Sapari melalui kerjasama CSR dengan perusahaan sekitar dan pengajuan program ke kabupaten.
- Ancaman alih fungsi lahan produktif menjadi permukiman, yang ditekan dengan perencanaan tata ruang desa berbasis partisipatif dan kebijakan larangan alih fungsi RTH.
- Minimnya edukasi masyarakat tentang konservasi, yang dijawab melalui program pelatihan, kampanye cinta lingkungan, serta lomba kebun rumah tangga hijau.
RTH sebagai Identitas dan Aset Wisata Desa
Ruang Terbuka Hijau di Desa Sapari tidak hanya menjadi pelengkap tata ruang, tetapi sudah menjelma menjadi identitas desa. Pengunjung yang datang ke Sapari tidak hanya menikmati alam, tetapi juga mendapatkan pengalaman edukatif, spiritual, dan relaksasi di tengah suasana pedesaan yang hijau dan asri.
Dengan pendekatan yang menyeluruh dan kolaboratif, Desa Sapari menegaskan bahwa pengembangan RTH bukan hanya milik kota besar. Di tangan masyarakat desa dan pemerintah lokal yang visioner, ruang terbuka hijau menjadi kunci untuk masa depan yang lebih lestari dan penuh harapan.
Ruang Terbuka Hijau adalah pilar utama dalam membangun desa yang sehat, indah, dan berdaya saing. Pemerintah Desa Sapari telah menunjukkan bahwa dengan visi yang jelas, kemauan kolektif, dan sinergi berbagai pihak, RTH bisa menjadi penopang ekonomi lokal melalui wisata alam, sekaligus mewujudkan desa yang hijau, tangguh, dan ramah lingkungan.
Sahrul r
22 Desember 2025 20:39:17
Mantap...